0

Anak guweehhh…….. –“

I’m dealing with a THREENAGER, three year-old boy with teenager’s mind. Terrible? Can’t agree more.

DRAMA!

Ini pasti ada setiap hari. Cuma dipicu hal-hal kecil, misalnya mangkok makan yang berbeda dengan keinginannya, lengan baju yang tidak ingin dia gulung, urutan kegiatan yang tidak sesuai aturannya (yes, aturan dia sendiri), sampai cuma sekadar ada lalat hinggap di kepalanya. And how to deal with it? Anything but being more dramatic.  Continue reading

Advertisements
0

Jalan berdua saja dengan batita? Challenge accepted!

Sudah sejak tahun lalu suami tugas bolak-balik ke beberapa negara. Sedih deh kalo lagi ditinggal. Sedihnya kenapa? Ya gara2 gak diajakinlah hehehe… Ya beberapa tempat yang dikunjungi memang kemahalan juga sih. Dan as we know, visa-nya bukan ecek2. Jadi gak bisa kalau tanpa perencanaan yang matang alias dadakan. Tapi semangat jalan2 langsung berkobar saat dia bertugas ke destinasi wisata favorit orang Indonesia: SINGAPURA. Hampir 2 tahun harus menunda wisata ke luar Indonesia karena sibuk dengan bocah bayi, sekarang saatnya mulai traveling lagi. Tantangannya adalah, berangkat ke Singapura berdua saja dengan anak batita. Lho kok berdua??? Lha iya… bapakke kan ‘mangkal’ di sana. Mamake harus atur2 cutinya dulu supaya bisa berangkat juga. Continue reading

2

Menyapih Si Raja

Ini sudah hari ke-4 Raja tidak ‘mimik‘. Agak telat sebenarnya, usianya sekarang sudah memasuki bulan ke-29 (2 tahun 5 bulan). Sebenarnya usaha-usaha ke arah penyapihan pun bukan hanya sekarang-sekarang saja dilakukan. Sejak sebelum usia 2 tahun dia sudah kuberikan ‘early warning‘, tapi memang belum berhasil.

Proses penyapihan ini jadi benar-benar membuat yakin bahwa tiap anak memiliki waktu kesiapan yang berbeda-beda. Kalau dulu, permintaan Raja untuk menyusu sangat tidak bisa ditolak. Dia akan memaksa untuk mendapatkan apa maunya. Sempat kehabisan akal juga, dan akhirnya pasrah dengan harapan dia akan ‘emoh‘ dengan sendirinya. ditunggu dan ditunggu, si ‘emoh‘ tak kunjung muncul. Ya sudah, akhirnya jadi berpikir 2 kali deh untuk pasrah hehehe… Continue reading

0

By Sweety, welcome home Hugey… :)

Setelah 2 tahun lebih menemani dan mengantar-ngantar kami kemana-mana, akhirnya si little beige body harus kami relakan pergi bersama pemiliknya yang baru. Awalnya happy berat, mengingat penggantinya lebih ‘huge‘ dan muat lebih banyak orang. Tapi jadi ingat waktu-waktu yang kami habiskan di jalanan… *mellow mode: ON*

Ya itu mobil pertama kami. Dibeli beberapa bulan sebelum aku melahirkan karena sudah tidak kuat naik motor. Yah sakit punggung gitu deh… *manja* Dulu beli second-hand karena belum kuat beli yang baru. Walaupun bekas, tapi untungnya mobil ini ‘kooperatif’. Tidak harus sering-sering dibawa ke bengkel. Pernah sih dia mogok di detik-detik aku harus kembali ke asrama diklat prajabatan, tapi itu pun gara-gara akinya. Continue reading

0

Hobi baru: Berkebun

Kalau kata mama, aku ini ‘kelimpahan’ banyak bakat yang dimiliki oleh nenek-nenekku. Mulai dari merajut, menyanyi (ehmmm… Kalau yang ini gak terlalu tersalurkan), memasak, sampai yang baru-baru ini mulai ditekuni: MERAWAT TANAMAN. Ya kalau bakat mengomel itu rata-rata dimiliki semua wanita kali ya, hehehe…

Awal-awal rumah ini mulai ditempati, kami memanggil tukang taman untuk menata halaman belakang dan halaman depan. Tanahnya mulai dibersihkan, diratakan, dipupuk, lalu ditanami rumput. Tanaman-tanaman ‘standar’ khas taman rumah bergaya minimalis juga mulai ditanam, seperti puring, palem-paleman, asoka, pucuk merah, dll. Belakangan aku mulai punya banyak waktu untuk mampir ke penjual tanaman dan berkebun sendiri di rumah. Beberapa orang pun sangat berbaik hati dan memberikan aku beberapa tanaman hias.

Continue reading