0

Anak guweehhh…….. –“

I’m dealing with a THREENAGER, three year-old boy with teenager’s mind. Terrible? Can’t agree more.

DRAMA!

Ini pasti ada setiap hari. Cuma dipicu hal-hal kecil, misalnya mangkok makan yang berbeda dengan keinginannya, lengan baju yang tidak ingin dia gulung, urutan kegiatan yang tidak sesuai aturannya (yes, aturan dia sendiri), sampai cuma sekadar ada lalat hinggap di kepalanya. And how to deal with it? Anything but being more dramatic.  Continue reading

Advertisements
2

Menyapih Si Raja

Ini sudah hari ke-4 Raja tidak ‘mimik‘. Agak telat sebenarnya, usianya sekarang sudah memasuki bulan ke-29 (2 tahun 5 bulan). Sebenarnya usaha-usaha ke arah penyapihan pun bukan hanya sekarang-sekarang saja dilakukan. Sejak sebelum usia 2 tahun dia sudah kuberikan ‘early warning‘, tapi memang belum berhasil.

Proses penyapihan ini jadi benar-benar membuat yakin bahwa tiap anak memiliki waktu kesiapan yang berbeda-beda. Kalau dulu, permintaan Raja untuk menyusu sangat tidak bisa ditolak. Dia akan memaksa untuk mendapatkan apa maunya. Sempat kehabisan akal juga, dan akhirnya pasrah dengan harapan dia akan ‘emoh‘ dengan sendirinya. ditunggu dan ditunggu, si ‘emoh‘ tak kunjung muncul. Ya sudah, akhirnya jadi berpikir 2 kali deh untuk pasrah hehehe… Continue reading

0

By Sweety, welcome home Hugey… :)

Setelah 2 tahun lebih menemani dan mengantar-ngantar kami kemana-mana, akhirnya si little beige body harus kami relakan pergi bersama pemiliknya yang baru. Awalnya happy berat, mengingat penggantinya lebih ‘huge‘ dan muat lebih banyak orang. Tapi jadi ingat waktu-waktu yang kami habiskan di jalanan… *mellow mode: ON*

Ya itu mobil pertama kami. Dibeli beberapa bulan sebelum aku melahirkan karena sudah tidak kuat naik motor. Yah sakit punggung gitu deh… *manja* Dulu beli second-hand karena belum kuat beli yang baru. Walaupun bekas, tapi untungnya mobil ini ‘kooperatif’. Tidak harus sering-sering dibawa ke bengkel. Pernah sih dia mogok di detik-detik aku harus kembali ke asrama diklat prajabatan, tapi itu pun gara-gara akinya. Continue reading

6

You better shut up!

First of all, aku pengen nanya dulu deh. Apakah ada yang salah dengan meng-hire jasa babysitter/nanny/pengasuh/pembantu/asisten untuk membantu menjaga anak di rumah? Apakah ada yang salah dengan meninggalkan anak HANYA dengan babysitter/nanny/pengasuh/pembantu/asisten saat orang tua bekerja?
Aku heran ya, kadang orang-orang itu benar2 kehilangan sensitivitasnya ketika bicara. Baru-baru ini aku ketemu dengan seorang kenalan. Memang kami baru kenal, sampai2 dia pun beeeeeerulang2 tanya apakah aku bekerja, lalu anak dengan siapa, and so on. Dan tanggapannya saat aku bilang anakku sehari-hari di rumah bersama pembantu adalah “Ha? Cuma berdua saja dengan pembantu? Gak ada neneknya atau siapa gitu? Wah kalau saya sih takut ya… Gak berani saya. Sekarang mah ngeri…”
*tariknapasdalemdalem*
HELLOOOOOOOOOOOOOOOO…!!! Gila yaaaa orang macam ini kok masih bisa bertahan hidup di masyarakat sih??? Sorry to say, but your words just changed my perception about you. Yeah, it was changed into ARE YOU STUPID OR WHAT??? Lo tau gak sih, bahwa hidup tiap orang itu tidak sama? Lo boleh deh mikir itu menakutkan, mengerikan, atau apalah isi otak lo, but pleeeeeesse, can’t you be more sensitive with your words? Can’t you be just SUPPORTIVE? Gw gak bermaksud takabur yah. Tapi serius deh, gw gak butuh kata-kata negatif lo, karna mestinya lo tau bahwa IT IS TOTALLY COMMON SENSE THAT LIFE CHOICES ARE NOT ALWAYS FIT OUR IDEAL CONCEPTS! Kalau memang tidak bisa membantu atau memberikan solusi yang lebih baik, you better pick supportive words or, please, just shut up. Got it???
*ehbisajugayaguengamukdiblog*
1

Ayo Bawa Bekal!

Gara-gara lihat timeline Twitter pagi ini, jadi terpikir untuk cerita tentang rutinitasku sehari-hari yaituuuu… BAWA BEKAL! Sejak awal tahun ini setiap hari aku bawa bekal makan siang & snack ke kantor. Sebenarnya bukan hal baru juga, karena sejak kecil memang sudah dibiasakan bawa bekal. Tapi itu dulu, saat masih ‘nemplok’ sama orang tua. Waktu mulai kuliah, berhubung aku jadi anak kos di perantauan, kebiasaan bawa bekal pun sempat hilang. Malas masak! Ya namanya juga mahasiswa, masak cuma untuk seru-seruan dengan teman-teman (plus rasanya pun tidak karuan, hahaha…). Setelah menikah, suami sering minta dibuatkan bekal. Lama-lama aku pun ikut menyiapkan bekal untuk diri sendiri, tapi masih tidak rutin. Baru beberapa bulan terakhir ini saja mulai ‘diseriusin’ lagi.

Continue reading

0

Pies

IMG_20130312_222801607942174  IMG_20130303_105253-2034998712

Pies, the easiest food even kids can make! Belakangan lagi sering bikin pie buah2an. Kebetulan di rumah sering ‘kelebihan’ stok buah, jadinya kalau tidak segera di olah bisa2 busuk duluan. Minggu lalu, dan minggu lalunya lagi, berturut2 aku membuat pie apel dan strawberry. Yummy! Resepnya dapet dari mama (yes, I grew up with cakes!), sedangkan isinya kreasi sendiri dari berbagai resep yang bertebaran di internet. Mau coba bikin? Coba googling deh, banyak sekali resepnya. Dan karena ini gampang, kemungkinan utk gagal pun tipis. 🙂