Moody, normalkah?


Holaaaa…

Bulan Maret ini diawali dengan acara psikoedukasi yang diadakan oleh komunitas Bipolar Care Indonesia (BCI). Ini bukan event pertama mereka, tapi ini pertama kalinya aku teribat. Acara ini adalah inisiatif para pendiri komunitas BCI. Sifatnya terbuka untuk umum, namun memang mayoritas pesertanya adalah anggota komunitas. Liputan lengkap tentang acara ini dapat dibaca di sini. Untuk materinya, kemarin garis besarnya sempat aku share di Twitter. Berikut kopiannya…

@djengwidz: Minggu lalu, says berkesempatan sharing bareng @BipolarCareIndo. Temanya cutup menarik: MOODY, NORMALKAH?

@djengwidz: Berhubung sudah lewat seminggu, dan sudah ada beberapa liputannya, saya share dikit ya kemarin presentasinya ngomongin apa aja… 🙂

@djengwidz: Awalnya kita bahas STRESS. Secara umum, stress diartikan sebagai Proses menilai situasi sebagai sesuatu yang berbahaya, mengancam, …

@djengwidz: … atau mengecewakan, yang dikaitkan pula dengan kemampuan seseorang untuk mengendalikan atau mengatasinya.

@djengwidz: Stres bisa akut (sementara), episodik (berulang),dan kronis (menetap). Gejala umum: Perasaan cemas, suasana hati negatif, ada keluhan fisik.

@djengwidz: Saat stress, heartbeat meningkat, napas cepat, otot tegang, keringatan, pencernaan melambat, & ada mekanisme pembekuan darah. NORMAL! Tapi…

@djengwidz: … tubuh kita tidak didesain utk mengalami reaksi2 td dlm waktu lama. Fungsi organ bs terganggu & fisik lelah.

@djengwidz: Dalam tingkat yg lebih kompleks, reaksi2 fisik tadi bs jg diikuti reaksi kognitif (irrational thought), emosi negatif,& perilaku maladaptif.

@djengwidz: Stres memunculkan reaksi emosi. Kaitan emosi dengan mood? Mood adalah suasana hati yang menaungi suatu emosi, baik positif maupun negatif.

@djengwidz: Macam2 emosi manusia dapat digambarkan sebagai berikut: pic.twitter.com/lOAeB0vWxC

Embedded image permalink

@djengwidz: Sedangkan spektrum mood sebagai berikut: pic.twitter.com/Oo0Yh8XTQ3

Embedded image permalink
@djengwidz: Perubahan mood itu wajar terjadi. Jadi abnormal kalau menganggu fungsi sehari-hari, ekstrim, dan persisten. Ini mengarah ke ciri bipolar.
@djengwidz: So, how to handle mood changes? Kenali stressor, relax, be assertive, dan stay active.

@djengwidz: Tentang assertive, secara sederhana skemanya seperti ini: pic.twitter.com/rkrYA3WhNL

Embedded image permalink

@djengwidz: Jika mood mulai abnormal, sgera cari bantuan. Jgn segan ke psikolog/psikiater. self-awareness lbh baik. Jgn tunggu diseret2 keluarga/teman. 🙂

@djengwidz: Pd gg. psikologis, gejala akan mjd bagian hidup sehari2 pengidapnya. Bisa dikendalikan, tp kita ttp tdk bs prediksi kpn kita hilang kendali.

@djengwidz: Itulah sebabnya, beberapa kasus membutuhkan obat. Sebagai usaha maintaining lainnya, tentu saja pendekatan psikososial.

@djengwidz: Malas minum obat? Bosan minum obat bertahun2? Wajar. Tp tetap prioritaskan kestabilan fungsi sehari2. Bicarakan side-effect dg psikiaternya.

@djengwidz: Sifat gangguan psikologis itu ibaratnya punya tombol ON-OFF (kecuali gak di-treatment ya, bisa2 ON terus…). The best we can do: …

@djengwidz: … Optimalkan fungsi diri saat gangguannya itu OFF dan pertahankan ‘enjoyment’-nya untuk waktu lama, sehingga waktu ON-nya pun semakin minim.

Screen Shot 2014-03-08 at 8.02.24 PM

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s