Tag Archives: Pregnancy Journal

Pregnancy Journal (11): Cerita dari ruang bersalin

Pregnancy Journal (11): Cerita dari ruang bersalin

WARNING: Tulisan berikut ini tidak untuk dibaca oleh orang-orang yang belum pernah melahirkan. Tapi ya monggo kalo kuat mental… ;p

Sudah 2 mingguan peristiwanya, tapi baru sempat cerita sekarang. Maklumlah… kesibukan ibu baru… ;) Sejak memasuki bulan Agustus aku sudah deg-degan luar biasa. Bayangin aja, teman-teman ‘seangkatan’ (teman-teman sesama bumil yang HPL-nya cuma beda beberapa hari denganku) udah pada lahiran sekitar 1-2 minggu sebelum HPL. Pertanyaan yang selalu muncul di kepala adalah: “GUE KAPAN LAHIRAAAANNNN???”. Bahkan sampai 3 hari sebelum HPL pun tanda-tanda akan melahirkan belum juga muncul (cuma kontraksi palsu yang agak lebih sering). Sampai akhirnya ada ‘bloody show‘ tanggal 17 Agustus pagi. Waktu aku ke kamar mandi sekitar jam 7 ada bercak darah di celana. Okay, “So this is the day!” pikirku. Pagi itu aku langsung ke RS bersama suami & mamaku. Karena poliklinik belum buka, jadinya aku ke UGD. Di UGD sama bidan jaga diperiksa detak jantung bayi dan bukaan rahim. Detak jantung bayi bagus, gerakannya juga OK (pake ‘banget’, karena alat Doppler yang dipake mbak bidan sukses ditendang dan dijatuhin si baby… –”). Tapi ternyata belum ada pembukaan. Jadinya disuruh pulang deh. Seharian itu aku masih kepikiran apakah tanda-tanda kelahiran akan bertambah intens. Read the rest of this entry

Pregnancy Journal (9): Things I never thought I would say

Pregnancy Journal (9): Things I never thought I would say
  • “Saya ngomongnya sambil duduk ya…” (ketika berbicara di hadapan nenek2 & kakek2 ‘enerjik’ peserta Klub Geriatri)
  • “Aku gak bisa bangun!!! Perutku gak bisa ditekuk!!!” (episode terjebak di tempat tidur)
  • “Sayang, bisa liatin pantatku gak? Liatin apa ada tanda2 ambeien…” (gara2 sembelit)
  • “Buahnya dicuci dulu ya, trus bilas pake air mateng.” (waktu memesan jus di restoran)
  • “Sori mbak, saya gak minum minuman warna-warni.” (ketika SPG jus kotakan menawarkan sample di supermarket)
  • “Potongin kuku kakiku ya, gak nyampe nih tanganku…” (menguji keterampilan tangan suami)
  • “Jangan!!! Kalo ketelan tar kamu jadi saudara sesusuan sama anak kita!!!” (bener gak???)
  • “Jadi, bla bla bla… AAAWWWW… bla bla bla… AAAAAWWWW!!!” (sesi konseling dengan pasien pun jadi lebih gegap gempita)
  • “Dok, liat anunya dong…” (anunya anak saya lho dok, bukan anunya anda…)

Pregnancy Journal (7): 35 Minggu

Pregnancy Journal (7): 35 Minggu

Bad News and Good News

Memang ada aja ya ‘tantangan’-nya ibu hamil di tiap trimester. Jadi sudah sebulan lebih aku harus berurusan dengan hipertensi. Waktu jadwal periksa di minggu ke-28, aku yang sedang hepi-hepinya menyambut trimester ketiga ini tiba2 merasa ‘kebanting’ oleh tekanan darah yang mendadak naik menjadi 150/100. Paniklah aku waktu itu (ya reaksi yang kurang tepat juga sih, karena panik juga bisa bikin hipertensi makin parah). Pak dokter juga pasang tampang cemas (suamiku mah tenang-tenang aja, maklumlah dia belum tau efeknya…). Dan ‘prosedur standar’ pun harus dilakukan, cek urin dan darah. Selain itu pak dokter juga meresepkan 2 macam obat ‘pengontrol’ tetekbengeknya darah.  Read the rest of this entry

Pregnancy Journal (6): Malu sama tesis

Pregnancy Journal (6): Malu sama tesis

Dulu ketika berhadapan dengan bumil2 subjek penelitian tesisku yang sedang menunggu HPL (Hari Perkiraan Lahir), bisa2nya aku dengan sangat tenang mengajak mereka untuk membahas dampak stress terhadap kehamilan dan kemudian melakukan relaksasi dan sebagainya. Ternyata pas gilirannya aku yang hamil malah aku yang lebih stress dari mereka… *malu sama tesis*  Read the rest of this entry

Pregnancy Journal (5): 26 minggu

Pregnancy Journal (5): 26 minggu

Hari ini kami mengadakan pengajian Sekaligus doa bersama. Tadinya mau mengadakan acara adat ‘tingkepan’, tapi berhubung kayaknya ribet dan melelahkan akhirnya tidak diadakan ritual2 adatnya. Cukup pengajian sajalah, toh tujuannya yang untuk bersyukur & memanjatkan doa insyaAllah tersampaikan. Alhamdulillah banyak yang hadir dan ikut mendoakan… ;)
Oiya, bumil boleh donk narsis2an dikit, lagi hobi nongkrong di ayunan nih… ;p

20110515-025302.jpg

Pregnancy Journal (4): What I really miss during this period

Pregnancy Journal (4): What I really miss during this period
  • Hi-heels. I really miss wearing my cute shoes but I always get headache and feel unsteady everytime I stand on hi-heels. Hhhh…
  • Sushi. I don’t eat raw fish, but I love tobiko! Yeah, it’s raw… –”
  • Durian. Another heaven on earth…
  • Coffee. I’ve been ‘free’ of coffee since 6 months ago. And I have to be ‘decaffeinated’ until next year, after I finish my breastfeeding period.
  • Great cooking session. I can’t stand too long for cooking, yet sitting is not a good way for cooking too. And the nausea, why you have to get worse in kitchen!!!
  • Sex. Since I have this ‘placenta previa‘, sex is just a dream… T.T
  • Prone. Yes it’s impossible… –”
  • Karaoke session. It’s okay for me, but the loud noise inside the karaoke room isn’t good for my baby. And I can’t guarantee I could sing calmly without jumping…

Pregnancy Journal (3): Fear, Joy, Excitement

Pregnancy Journal (3): Fear, Joy, Excitement

This is the most anxious period of my life. I’m afraid of a lot of things. Maybe I read too much and those unverified texts have led me to “half-know-half-don’t-know” state of mind. Isn’t it dangerous for an anxious person like me? Yes of course…….. Eventhough my doctor said “Enough worrying! As we see in this screen, everything is fine. There’s only a mild risk because your placenta is over the cervix. It’s okay, as long as there’s no hard uterus contraction.” But still, I couldn’t sleep well in the night after my last visit. This not-as-cute-as-the-name ‘placenta previa‘ really stole my mind! Hufff……… Read the rest of this entry

Pregnancy Journal (2): Halfway

Pregnancy Journal (2): Halfway

Menurut perhitungan dokter, kehamilanku saat pemeriksaan 3 minggu lalu (5 April 2011) sudah berusia 20 minggu. Itu artinya sudah separuh jalan yang kulewati bersama ‘kakak’ sebelum hari perkiraan lahir (HPL). Hamil itu memang luar biasa. Mungkin secara umum mual-mualnya sama, tapi kalau dicermati lagi apa yang dialami setiap bumil belum tentu sama. Makanya orang2 beranggapan bahwa kehamilan adalah peristiwa yang SANGAT istimewa yang hanya bisa dialami oleh wanita.

Read the rest of this entry