WARNING: Tulisan berikut ini tidak untuk dibaca oleh orang-orang yang belum pernah melahirkan. Tapi ya monggo kalo kuat mental… ;p
Sudah 2 mingguan peristiwanya, tapi baru sempat cerita sekarang. Maklumlah… kesibukan ibu baru…
Sejak memasuki bulan Agustus aku sudah deg-degan luar biasa. Bayangin aja, teman-teman ‘seangkatan’ (teman-teman sesama bumil yang HPL-nya cuma beda beberapa hari denganku) udah pada lahiran sekitar 1-2 minggu sebelum HPL. Pertanyaan yang selalu muncul di kepala adalah: “GUE KAPAN LAHIRAAAANNNN???”. Bahkan sampai 3 hari sebelum HPL pun tanda-tanda akan melahirkan belum juga muncul (cuma kontraksi palsu yang agak lebih sering). Sampai akhirnya ada ‘bloody show‘ tanggal 17 Agustus pagi. Waktu aku ke kamar mandi sekitar jam 7 ada bercak darah di celana. Okay, “So this is the day!” pikirku. Pagi itu aku langsung ke RS bersama suami & mamaku. Karena poliklinik belum buka, jadinya aku ke UGD. Di UGD sama bidan jaga diperiksa detak jantung bayi dan bukaan rahim. Detak jantung bayi bagus, gerakannya juga OK (pake ‘banget’, karena alat Doppler yang dipake mbak bidan sukses ditendang dan dijatuhin si baby… –”). Tapi ternyata belum ada pembukaan. Jadinya disuruh pulang deh. Seharian itu aku masih kepikiran apakah tanda-tanda kelahiran akan bertambah intens. Read the rest of this entry




