Setelah ‘menghilang’ dari kantor selama hampir 4 bulan (cuti melahirkan + diklat prajabatan), akhirnya aku kembali bekerjaaaa…
Berbekal tampilan baru dan semangat baru, aku kembali melayani masyarakat yang membutuhkan pemeriksaan psikologis. Liburan kemarin memang asik karena waktuku full untuk Raja dan bebas dari pikiran tentang kantor, tapi di sisi lain kangen juga dengan pekerjaan & teman-teman sekantor. *dilema ibu bekerja ya begini*
Minggu ini aku dan teman-teman mulai menempati gedung baru. Artinya, ruang praktek baru juga. Berbeda dengan yang sebelumnya, ruang praktekku yang sekarang agak lebih kecil. Keuntungannya: Mencegah pasien2 cilikku berlarian di ruangan (kan capek juga mengejarnya). Ayo kita intip2 apa aja yg ada di ruangan baru! ;D Read the rest of this entry
Salah satu ‘tantangan’ terbesarku selama menjadi psikolog adalah saat harus berhadapan dengan anak-anak. Sebenarnya ini bukan hal baru, karena dulu semasa kuliah pun aku sempat beberapa tahun aktif di organisasi yang bergerak di dunia anak-anak. Buku-buku mengenai children assessment pun rajin kubaca (huekkkk… rajin versi guweeehhhhh…). Tapi ternyata ke-kagok-an itu tetap ada, malah ketika sudah menjadi psikolog beneran.