Category Archives: Story from the past

Stories about my early life

Satu tahun ;)

Satu tahun ;)

Ya, sudah satu tahun kami menikah. Ternyata setahun terlewati juga, meskipun perjalanan kami lebih dari itu. Dan selama satu tahun ini banyak yang berubah dalam hidup kami… :)

Pertemuan dan pacaran

Kami pertama kali bertemu di sebuah rapat kelompok KKN (Kuliah Kerja Nyata). Waktu itu kami sama-sama sebagai ‘pemeran pengganti’, karena ada 2 anggota kelompok yang mengundurkan diri. Pertemanan kami berlanjut hingga setelah KKN. Waktu KKN itu aku sedang in-a-relationship dengan seseorang. Sesudahnya pun masih in-a-relationship. Tapi sekitar 1,5 tahun sesudahnya (akhir 2007), karena berbagai sebab, hubunganku dengan si pacar berakhir. Sejak putus, aku dan suamiku (yang waktu itu belum jadi suami) menjadi lebih akrab. Sampai akhirnya kami memutuskan untuk menseriuskan hubungan kami. Oiya, kami tidak punya tanggal jadian lho. Semua berjalan dan mengalir begitu saja. Tiba-tiba pacaran. Asik kan, gak kayak pacarannya ABG… ;p Read the rest of this entry

Setahun yang lalu

Setahun yang lalu

Di saat-saat bengong seperti ini pikiranku melayang ke setahun yang lalu. Yaaaa masa-masa lajang gitu deh, hehehe… Waktu itu memang aku lagi seru-serunya melajang, sekaligus juga sedang heboh-hebohnya menyiapkan pernikahan. Aku sibuk kesana kemari belanja seserahan, keluar masuk toko buat belanja ini itu. Waktu itu persiapan pernikahan memang sedang jadi fokus utama dan ‘isu terhangat’ di keluarga besarku. Tapi buatku, itu baru sebagian kecil dari rencana besar yang harus kupikirkan.

Selain mencari-cari seserahan, aku juga sedang heboh mencari-cari pekerjaan. Aku bolak-balik Jogja-Jakarta untuk memenuhi beberapa panggilan. Ya waktu itu aku memang sedang mengincar sebuah pekerjaan di tempat tertentu, pekerjaan yang menurutku ‘ideal’ untuk seseorang dengan latar belakang pendidikan sepertiku. Read the rest of this entry

The one who has (too) many things in common with me

The one who has (too) many things in common with me

Aku mengenal perempuan ini (sebut saja ‘Nyonya Manis’, tak baik menyebar2kan nama, haha…) beberapa tahun yang lalu. Lupa tepatnya, mungkin antara tahun 2005-2006. Bagaimana perkenalannya? Agak panjanglah ceritanya, yang jelas itu semua karena Yogyakarta adalah kota yang sangaaaaaaaat SEMPIT, sehingga 2 orang yang punya latar belakang superbeda sekalipun bisa bertemu… :mrgreen: Read the rest of this entry

The Begajulan’s Story

The Begajulan’s Story

Siang itu suasana di Jogja sedang gerah segerah-gerahnya. Sudah pernah merasakan panasnya Jogja? Ya lumayanlah untuk latihan naik haji. Biasanya memang begitu kalau sedang dekat-dekat musim hujan, apalagi waktu itu Jogja baru saja diguncang gempa beberapa hari sebelumnya. Aura ‘panik’-nya kerasa di mana2. Intinya, situasi Jogja sedang tidak normal lah pokoknya. Yang aku pikirkan waktu itu adalah: Read the rest of this entry

I’m still his little girl

I’m still his little girl

My daddy was a “quite-hard-to-deal-with” person. Yeah, he is, actually. He’s not a very wise kind of dad, just a practical dad who doesn’t want to give too much advice to his children. He took me to playgrounds, bought me  toys, bought me Rubik’s cube (and he wished a 5-year-old me could solve it! Too much expectation on me… +.+), bought me candies or chocolates, and dropped me at school. It didn’t matter when I was a kid because I’d never wished to listen to a long preaches. I wasn’t a sweet kind of kid too, heehee.

When I was a teenager we threw ‘psywars’ each other just to show how powerful one of us toward another (stubbornness of us…). We didn’t spend much time in debating or discussing about our problems, I hated to do it and he thought it wasn’t important too. But I could count on him when I need a ‘bodyguard’. What a weird father-daughter relationship… Read the rest of this entry

Nostalgila

Nostalgila

Sepulang dari Milas beberapa hari yg lalu, aku sama Nyunyu melewati daerah yang sempat jadi ‘favorit’ kami dulu (when we were still young and Aufa was still virgin… heehee…). Yes, that was Jl. Ireda. Dulu aku dan 34 orang lainnya KKN di sekitar sana (daerah Keparakan). Kurang ‘macho’ memang, KKN kok di tengah kota. Tapi waktu itu kan cuma beberapa bulan setelah gempa, jadi masyarakat kota (bahkan perkantoran) pun membutuhkan kami… *alesan*

Read the rest of this entry

Relationship

Relationship

Kalau dilihat di kamus bahasa Inggris, relationship artinya adalah hubungan, baik dalam konteks individu ataupun komunitas. Belakangan kata ini mengalami penyempitan makna sehingga lebih sering digunakan untuk menggambarkan hubungan antara pasangan. “I’m in a relationship with…” diartikan sebagai “Saya sedang berpacaran dengan…”. Ah, kata-kata asing kalau sudah masuk ke Indonesia maknanya memang bisa tiba-tiba menyempit ataupun meluas, sesuai trend yang ada.

Read the rest of this entry

"I'll kill her"

"I'll kill her"

“I would have waited like a week or two
But you never tried to reach me
No, you never called me back
You were dating that bleach-blonde girl
If I find her, I swear, I swear…
I’ll kill her, I’ll kill her
She stole my future, she broke my dream
I’ll kill her, I’ll kill her
She stole my future when she took you away”
(I’ll kill her – Stéphanie Sokolinski)

Ini lagu yang baru saya dengar beberapa hari yang lalu. Widi & Ratih menyebutnya ‘lagu meracau’. Ya memang penyanyinya cuma mengomel2, hahaha…

Well………….. setelah kuingat2, setidaknya ada 3 perempuan yang dalam posisi PERNAH dan SEDANG sangat ingin sekali menyanyikan lagu itu untuk saya. Hhhhhhhh…………… yeaaahhh………… mereka adalah perempuan2 TOLOL yang tidak pernah bisa menerima kenyataan bahwa lelaki mereka pada akhirnya mencintai dan tidak pernah bisa melupakan saya (terus ujung2nya perempuan2 itu pun cuma bisa marah2 sama saya! Macam pasien RSJ aja………..).

DUA PULUH LIMA

DUA PULUH LIMA

Hari ini aku sedang merayakan kehidupanku selama seperempat abad di dunia ini. Yeahhh… aku dilahirkan di jaman2 susah itu. Gimana gak susah, jaman dulu mana ada waterbirth ato semacamnya, yang ada emakku kerepotan mengeluarkan aku (versi bayi) yang ‘ngotot’ keluar secara terbalik: Kaki duluan (breech). Harusnya aku merayakannya tadi jam 7 pagi, karna konon kabarnya si emak melahirkanku jam segitu.

Di saat aku merayakan kebahagiaan karna sudah matang dan cukup umur sebagai ‘orang dewasa’, ucapan selamat dan rasa hormat itu mestinya disampaikan kepada kedua orang tuaku. Mereka telah seperempat abad mengalami kerepotan karena punya anak seperti aku!!! Wah, hebat… Kerepotan2 macam apakah itu??? Berikut ini liputannya… *halah* Read the rest of this entry

Bagaimana denganmu…?

Bagaimana denganmu…?

Masalah yang ada di antara kami tidak sesederhana yang orang2 bayangkan.

Kami berbeda sudut pandang. Kami melihat sesuatu dari sisi yang berbeda, bahkan bertolak belakang. Itulah yang sering membuat kami berselisih paham.

Aku tidak tahan dengan beberapa sikapnya. Menurutku dia terlalu banyak rahasia, tidak terencana, dan dalam beberapa hal kuanggap dia terlalu membatasi ruang gerakku.

Aku tau, dia pun cukup jengah dengan beberapa sifatku. Aku orang yang keras kepala, bahkan dalam beberapa hal mungkin terlalu berambisi. Aku pun bukan orang yang dengan mudah bisa dia ‘disiplin’-kan. Oya satu lagi, kurasa aku membuat target usia menikah yang agak memberatkannya (dalam artian terlalu cepat).

Terlihat jelas bukan…? Kami seperti air dan api. Tapi sebenarnya semua terasa baik2 saja di masa2 awal perjalanan kami. Read the rest of this entry