Asisten Rumah Tangga

Asisten Rumah Tangga

Beberapa hari yang lalu ada seorang teman yang ‘curhat’ tentang ART-nya yang sudah beberapa hari ini tidak masuk kerja. Jadi pengen cerita sedikit tentang pengalamanku bersama ART.

Pada awalnya, mempekerjakan asisten rumah tangga adalah hal yang sangat kuhindari. Sejak kecil aku lebih banyak mengerjakan segala sesuatunya sendiri walaupun di rumah ada pembantu. Alasannya sederhana, aku selalu punya cara sendiri untuk mengatur/melakukan sesuatu dan mungkin tidak semua orang bisa kupercayai untuk mengatur/melakukannya dengan cara yang sama. Sampai kuliah pun tetap begitu. Dulu di kos2anku ada petugas yang biasanya membersihkan rumah dan mencuci pakaian anak2 kos. Sempat beberapa waktu aku menggunakan jasanya untuk mencuci pakaianku, tapi ternyata kurang memuaskan. Sejak itu balik lagi deh nyuci sendiri.

Setelah menikah dan bekerja (kebetulan saat mulai bekerja akunya juga pas2 mulai hamil), pekerjaan rumah tangga masih kucoba untuk ku-handle sendiri mulai dari masak, membersihkan rumah, & cuci-setrika. Untuk bersih2 sering dibantu oleh suami. Tapi lama2 idealisme runtuh juga, hehehe… Seiring dengan bertambahnya ukuran perut, urusan cuci-setrika akhirnya diserahkan pada laundry, kecuali pakaian dalam. Bersih2 rumah pun jadi lebih banyak dilakukan oleh suami. Kadang2 kalau gak kuat masak ya makan di luar. Tapi cara2 seperti ini pun kadang kurang memuaskan. Contohnya kalau di laundry cucian baru selesai 2-3 hari kemudian. Bersih2 rumah kadang gagal terlaksana karena suami pulang malam. Jadi kami mulai berpikir untuk mencari ART ‘part-time‘, paling tidak untuk bersih2 rumah.

Kami minta tolong pada tetangga untuk dicarikan ART. Kebetulan dia kenal dengan beberapa orang ART ‘part-time‘ dan bersedia mengenalkan dengan salah satu dari mereka. Akhirnya kami dikenalkan pada seorang ibu2 paruh baya. Saat pertama kali bertemu beliau menyatakan bersedia untuk menjadi ART kami dan sepakat dengan bayarannya. Alhamdulillah… kami senang sekali, akhirnya ada juga yang mau membantu. Hari itu kami sepakati bahwa keesokan harinya si ibu calon ART akan mulai kerja. Karena aku pulang kerja kira-kira jam 4 sore, jadi dia kuminta datang sekitar jam itu. Suamiku kuminta untuk mengantar si ibu itu pulang setelah deal2an karena sudah hampir maghrib.

Mungkin memang belum jodoh, ternyata si ibu2 calon ART batal datang besoknya. Kami datangi ke rumahnya (untung waktu itu suamiku sempat mengantar, jadi tau rumahnya), kelihatannya niatnnya kurang kuat untuk bekerja. Ya sudahlah, aku gak berharap banyak dan memutuskan untuk tidak melanjutkan kontrak kerja yang baru saja disepakati. Sempat marah2 juga waktu itu, emosinya ibu hamil, hehehe…

Kami bertahan tanpa ART sampai seminggu sebelum aku melahirkan. Itu pun kalau bukan karena mamaku yang mencarikan mungkin sampai hari ini juga belum pakai jasa ART (dan gak kebayang gimana jadinya). Sebenarnya fungsi ART yang sekarang ini merangkap nanny, tp tugas rumah tangganya juga paling bersih2 rumah sama bantu2 masak. Itu pun kalau aku sudah pulang kerja jadi pas nge-nanny-nya udah selesai. Tentang ART-ku ini, dia bukan orang yang berpengalaman, SMA tak lulus, dan usianya juga lebih muda dariku. Dalam perjalanannya banyak hal2 yang kurang memuaskan, tapi kemudian kumaklumi karena memang cara kami berbeda. Aku pun perlu beradaptasi, selain tak bosan2 mengajarinya berbagai hal.

Sekarang sudah 6 bulanan kami bersama si ART. Ada beberapa hal yang kupelajari sejak punya ART:

  • Asisten tugasnya assisting, peran utama tetap padaku. Jadi tanggung jawab terbesar tentu ada padaku.
  • Sepandai2nya ART, tentu akan sangat lumrah kalau masih banyak hal yang ternyata masih belum dia pahami. Kalau kata suamiku, “Kalau dia pinter banget ya dia sudah jadi pengusaha.”
  • Setiap orang punya cara yang berbeda. Tetapi ada beberapa hal yang harus dilakukan dengan cara yang benar. Tanggung jawab kamilah untuk meluruskan hal2 yang belum benar. Mungkin ini juga sebagai ladang amal buatku dan suami, toh tak ada ruginya juga mengajari ilmu2 yang belum diketahuinya.

Untuk sekarang ini kami sudah tak terlalu banyak menuntut, yang penting betah dan jujur aja deh. Soal gaji dan pemenuhan kebutuhan2 lainnya bisa diatur. Raja (anakku) pun sepertinya cocok dengannya. Mudah2an betah dan lama bersama kami. Aamiin… :)

Posted from WordPress for Android

4 Responses »

  1. Sebenernya yang menyita tenaga itu nyuci & nyeterika. Di luar itu-masak+nyapu+ngepel-masih bisa sendiri. Tapi begitu punya anak, semuanya berubah total kan (_ _)” mau sok2 multitasking yang ada kepala cenut2,bekas operasi snut2, dan stres ga jelas. Solusinya: cari ART!!

    Masih berdoa supaya cepet dapet ART buat bantu ngurus rumah. Udah mulai ada titik terang sih, tinggal ketemu orangnya. Mudah2an sreg dan cocok. Amiiiinnnn *doa kenceng2*
    Jadi kalau udh ketemu ART yg cocok n udh betah, mesti disayang2 ya mamiiihh xD

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s